Gaya Bermain Forex Trading (Tipe Forex Trader)



Ada banyak style trading yang dapat dilakukan dalam bermain forex. Mereka punya keunggulan dan kelemahan masing masing. Tentu saja sesuai hukum yang berlaku dalam bisnis, High Risk, High Return. Dalam artian forex ini selain bisa menghasilkan keuntungan yang tak terbatas namun juga perlu diperhatikan harus berhadapan dengan resiko yang sangat tinggi sekali. Di sini saya akan sedikit menjelaskan berbagai macam style trading. Diantaranya :

1. Position Trader

Trader jenis ini mendapatkan profit dengan cara menganalisa market dari pandangan jangka panjang. Mereka menahan posisi trading mereka berminggu minggu, berbulan bulan bahkan bisa sampai tahunan, untuk bisa mendapatkan profit dari pasar forex.


“Rule number one of
investing is never lose money. Rule number two is never forget rule number one”
Warren Buffett

  Warren Buffet merupakan tokoh terkenal dalam dunia trading. Dia punya aturan bahwa aturan pertama adalah "Jangan pernah kehilangan uang anda dalam berinvestasi" dan aturan kedua "ingatlah pada aturan yang pertama". 

Position trader tidak terpengaruh terhadap fluktuasi harga harian, mereka cenderung melihat arah market berdasarkan analisa jangka panjang. Style trading jenis ini bukan untuk yang bermodal pas pasan, anda pasti mengerti yang saya maksud. Mereka yang bertrading ini adalah orang yang mempunyai uang yang "kelebihan". hehe. Analisi fundamental sangat membantu sekali dalam analisa mereka, terlebih mereka mempunya biasanya mempunyai analisa ekonomi yang mumpuni.


2. Teknikal trader

Trader jenis ini melihat pergerakan harga dengan mempertimbangkan kejadian kejadian market di waktu yang telah berlalu. Mereka percaya bahwa pasar itu cenderung bergerak dengan pola pola yang sama melihat dari pergerakan harga di masa lampau, karena mereka percaya bahwa pola pola harga tersebut pasti selalu berulang ulang. Sesekali mereka hanya melihat kalender ekonomi guna untuk mengetahui kemana pergerakan harga akan melaju, tentunya dengan membandingkan data yang telah dirilis sebelumnya dengan data yang beredar sekarang.

“I’m always thinking about losing money as opposed to making money. Don’t focus on making money, focus on protecting what you have”
Paul Tudor Jones

 Paul Tudor Jones adalah salah satu contoh tipe trader ini, pada bulan maret 2011 tercatat dia merupakan orang terkaya peringkat 336 di dunia. Dia adalah seorang pengelola dana di suatu perusahaan. Kesuksesan besarnya tercapai pada tahun 1987 pada peristiwa Black Monday, dia sukses memprediksikan kejadian Senin Hitam itu sehingga dana yang dia kelola menjadi 3 kali lipat. Tercatat bahwa dia mencapai keuntungan hampir $100 juta.

Teknikal trader, mempunyai banyak tools alias senjata senjata untuk trading forex, seperti contoh, pola candlestick charts, penentuan support dan ressistant, berbagai macam indikator indikator yang berbasis pada pergerakan harga pada kejadian masa lampau untuk menentukan kemana harga akan bergerak.


3. Day Trader

Sesuai dengan namanya, Day Trading adalah aksi membeli dan menjual dalam sehari, untuk memanfaatkan pergerakan naik atau turun harga pasar forex. Informasi dan berita merupakan masukan penting yang akan membantu Day Trader untuk memutuskan kemana harga akan bergerak. Untuk memanfaatkan pergerakan tipis pada suatu mata uang, Day Trader perlu membeli dan menjual dalam volume besar untuk memperoleh keuntungan yang signifikan. Day Trading sangat beresiko dan kebanyakan trader yang tidak berpengalaman akan kehilangan banyak uang jika mereka murni berspekulasi dengan menebak arah harga.

“Listen only to what the market is telling you now. Forget what you thought it was telling you five minutes ago. The sole objective of trading is not to prove you’re right, but to hear the cash register ring.”
Martin S. Schwartz

 Mereka fokus dalam tren harga jangka pendek, sesekali melihat harga kebelakang untuk menetukan kerugian resiko yang akan ditanggung. Mempertahankan posisi trade mereka dalam waktu yang pendek merupakan keahliannya, bisa sekitar 1 sampai 6 jam. dan dalam sehari melakukan trading biasanya 1 sampai 4 atau 5 kali. Strategi yang dipakai menggunakan analisi teknikal dan juga fundamental yang bisa mereka intip dari kalender ekonomi yang telah dirilis. Kejelian dalam membaca pasar sangat diperlukan guna untuk memaksimalkan profit yang dituju.


4. Trend Trader

“It's not whether you're right or wrong that's important, but how much money you make when you're right and how much you lose when you're wrong.”
George Soros


Anda mungkin mengetahui siapa dia. Dia dalah trader terkenal, stylenya dalam bertrading sudah banyak dikenal trader dunia. Dia pernah sempat membuat Bank of England kewalahan. Dia dikenal denga sebutan “Man Who Broke The Bank of England". 

Style trading mereka mengikuti tren yang sedang berlangsung. Jika dirasa cukup yakin telah terjadi reversal (pembalikan tren), maka tidak akan membuang buang kesempatan akan mengikutinya.  Faktor berita ekonomi besar sangat berpengaruh sekali. Tipe trader ini harus sudah tahu resiko yang ia terima, bilamana tren yang diikutinya malah tidak berjalan seperti yang ia harapkan. Jadi ia harus benar benar mengetahui apakah harga masih tetap akan trending, atau akan terjadi pembalikan (reversal).


5. Scalping Trader

Biasanya trader pemula, lebih senang dengan tipe trading seperti ini. Tapi sebenarnya style trading ini sangat berbahaya sekali, karena tidak sembarang orang bisa sukses melakukan scaping trade dengan hampir sempurna. Scalping merupakan style trading yang mengambil profit kecil dalam pergerakan harga volatil yang fluktuatif naik ataupun turun, tidak peduli tren sedang bullish maupun bearish


 “A trader should have no opinion. The stronger
your opinion, the harder it is to get out of a losing position.”
Paul Rotter

Paul Rotter adalah seorang tipe trader scalping. Dilaporkan bahwa dalam 10 tahun terakhir dia menciptakan profit $ 65 juta - $78 juta dalam setahun. Ia melakukan order Jual/beli dalam waktu yang relatif singkat, lebih singkat dari tipe day trader, dia juga menempatkan transaksinya di berbagai market currency hampir bersamaan dalam waktu yang relatif singkat sekali.

Resiko tipe trader ini sangat beresiko tinggi, kemampuan berpikir cepat dan ketepatan dalam mengambil keputusan dinilai sangat diperlukan sekali untuk menjadi seorang scalper. Dalam sehari bisa melakukan trade minimal 10 sampai 20 kali dan bahkan juga bisa lebih dari itu. Profit yang mereka dapatkan hanya sedikit, tapi berulang ulang. Kebanyakan, trader ini menghindari market yang sangat volatil sekali, dan menghindari news besar. Spreads sangat berpengaruh terhadap tipe trader ini.

Nah, Itu beberapa contoh style trading dalam pasar forex. Semua tipe trader ini mempunyai keunggulan masing masing dan juga kelemahannya. Anda lebih tertarik mana? Andalah yang menentukan.


2 komentar:

  1. ForexTrendy is a state of the art software capable of recognizing the safest continuation chart patterns. It scans through all the charts, on all time frames and analyzes every potential breakout.

    BalasHapus
  2. eToro is the ultimate forex trading platform for beginner and pro traders.

    BalasHapus